PERINGATAN ISRA' MI'ROJ 1444 H YPI SALAFIYAH
Pada acara Isra’ Mi’roj ini diawali dengan pembacaan sholawat yang dilantunkan oleh grup rebana dari anak-anak Madin salafiyah, dilanjut dengan pembacaan kalam Ilahi, kemudian tahlil dan sabutan dari kepala sekolah yang diwakili oleh Bapak Masjud, S.Pd selaku Kepala Madrasah Diniyah Awaliyah Salafiyah I. Untuk tausiyah sendiri pihak panitia mengambil guru dari madin sendiri yaitu Bapak Muhammad Kirom, yang mana beliau juga sebagai Moden di Desa Krasak. Dalam ceramahnya, Bapak Kirom menceritakan tentang perjalanan malam Rosullallah SAW saat isro’ mi’raj dan oleh-oleh yang didapat Oleh Rasulullah SAW. Yang pada intinya kita sebagai umat Islam harus percaya bahwa peristiwa tersebut benar terjadi. Walaupun secara logika sangat sulit diterima. Dan ini menunjukkan Bahwa betapa agungnya sang maha pencipta Allah SWT.
Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa besar saat Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi dirinya, umatnya serta alam semesta. Pengertian Isra’ sendiri adalah perjalanan nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Al-Aqso, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan nabi Muhammad SAW dari Masjidil Al-Aqso menuju Sidrotul Muntaha (langit ke tujuh), yang mana pada hari ini juga di syari’atkannya Sholat lima Waktu sebagai kwajiban kita orang muslim. Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa isra’ mi’raj ini. Pertama, Tingginya derajat kehambaan, Dalam surat Al-Isra’ ayat satu, menceritakan peristiwa Isra Miraj, yang mana kata ‘abdun’ yang artinya hamba digunakan untuk menyebut Muhammad SAW. Hal tersebut menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah hamba yang benar-benar bertakwa pada Allah SWT serta memperoleh derajat yang begitu mulia di sisi Allah SWT. Kedua, Pembekalan dakwa yang tangguh, Sebelum terjadinya peristiwa Isra Miraj, orang-orang terdekat Nabi SAW dan selalu mendukung misi dakwahnya silih berganti wafat. Sedangkan di sisi lain, Nabi SAW terus mendapat penindasan dari kaum Quraisy. Ujian yang datang bertubi-tubi ini Allah berikan agar Nabi Muhammad SAW benar-benar tangguh dalam menyampaikan dakwah. Ketiga, Menyampaikan kebenaran meski pahit, Setelah malam Isra Miraj, Nabi SAW menyampaikan kepada penduduk Mekkah apa yang baru saja dialaminya. Namun banyak yang tak percaya mengenai cerita yang ‘tak masuk akal’ tersebut. Hal ini menunjukkan, kebenaran tetap harus disampaikan, meski pahit karena banyak mendapat penolakan. Keempat, Syariat Nabi Muhammad Saw, menghapus syariat Nabi terdahulu, Saat Isra Miraj, Rasulullah SAW jadi imam shalat untuk Nabi-nabi terdahulu. Hal ini jadi bukti mereka patuh dan mengikuti ajaran Nabi SAW sekaligus jadi isyarat bahwa syariatnya tersebut telah menghapus syariat Nabi-nabi terdahulu. Kelima, oleh-oleh dari isra’ mi’roj yaitu kwajiban sholat lima waktu. Yang mana syari’at ini di sampaikan langsung kepada Nabi Muhammad SAW karna sholat merupakan ibadah yang sangat penting.
Banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik dari peristiwa isra mi’raj ini. Dengan acara peringatan tersebut, di harapkan siswa-siswi menjadi generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga religius dalam menyebarkan kebaikan. Dan Madin sebagai instansi pendidikan Islami, akan konsisten dalam memfasilitasi seluruh kegiatan sekolah, guna untuk mencetak generasi yang beriman, tangguh, berakhlak mulia Yang mampu beradaptasi dengan Perkembangan teknologi & zaman.







