PROGRAM LATIHAN MONDOK
Pendidikan menjadi aspek krusial mencetak generasi penerus bangsa. Di tengah
terpaan dunia luar melalui teknologi, pendidikan berlapis menjadi opsi positif.
Maksudnya para orang tua membekali anak pendidikan formal sekaligus nyantri
mondok atau belajar di pondok pesantren. Mondok berasal dari kata pondok yang
dari kata benda menjadi kata kerja dengan arti ‘tinggal di pondok’. Mondok
artinya tinggal di asrama atau bilik yang disediakan oleh pesantren, yang di
dalamnya harus mengikuti kegiatan belajar di madrasah dan juga kegiatan di luar
jam sekolah, yakni kegiatan pesantren. Kegiatan-kegiatan itulah yang kelak akan
menjadi suatu masa yang dirindukan.
Di pondok, pelajaran kemandirian dan keterampilan berjalan secara alami, seperti
halnya menjahit, merajut, memasak. Begitu pun dalam keterampilan berkomunikasi
dan berinteraksi, seperti kegiatan hadrah, sholawatan, teater, pidato dan
pementasan-pementasan lain yang merupakan bagian dari kegiatan. Kemandirian
santri juga terbentuk saat mereka harus melayani diri sendiri dan orang lain,
semisal masak.
Masak merupakan salah satu kegiatan santri yang paling seru.
Biasanya, terdapat jadwal pembagian piket masak, mereka akan beramai-ramai
memasak dan tidak luput dengan guyonon-guyonan santri yang khas, atau biasanya
mereka saling mengolok. Keseruan di pondok tidak hanya ketika masak, karena saat
makan pun menjadi suatu kenikmatan tersendiri bagi setiap individunya. Mereka
berkumpul menjadi beberapa bagian, dan mengerumuni satu talam. Setiap kelompok,
biasanya terdiri atas 5-6 orang. Kebanyakan orang tua mengharapkan anak-anaknya
dapat menjalani pendidikan sebagai santri karna ini menjadi kebanggaan bagi
kebanyakan orang tua. Terlebih jika sang anak berhasil menjadi santri dari
pesantren ternama dan menjadi orang yang berhasil dibidang ilmu umum dan
agamnya. Meski banyak harapan orang tua seperti itu, nyatanya tak semua anak
mampu mewujudkannya. Banyak orang tua yang masih memaksakan kehendak anak dalam
melanjutkan pendidikan dengan mondok di pesantren. Dari problem itulah Madrasah
Diniyah Salafiyah yang dinaungi oleh Yayasan Pendidikan Islam salafiyah yang
berdomisili di Desa Krasak Rt 06 Rw. 01 Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara
mengadakan trobosan program yang mana program ini mempersiapkan anak-anaknya
untuk melanjutkan mondok dipesantren setelah lulus atau keluar dari madrasah
dengan mengadakan program “LATIHAN MONDOK” yang mana program ini di siapkan
untuk anak-anak merasakan seperti mondok yang di asramakan di gedung madrasah
selama 1 - 2 minggu ketika liburan sekolah pagi. Kegiatan ini hampir sama dengan
kegiatan di presantren mulai jam 03.00 peserta di bangunkan untuk mengikuti
sholat tahajud, dilanjutkan tadarus sampai subuh dan dilanjut dengan sholat
subuh berjamaah dan qultum subuh. Jam 06.00 dilanjutkan senam dan olah raga pagi
yang di bimbing oleh para ustadz-ustadz kemudian jam 07.00 dilanjutkan cuci
mandi dan sarapan pagi yang di siapkan oleh para ustadzah. Jam 09.00 pagi
dilanjutkan kegiatan sholat Dhuha berjamaah dengan pembelajaran kajian ilmu-ilmu
islami sampai jam 11.00.
Sholat Gerhana Matahari
Acara Penutupan dan Serah terima santri kepada kepada wali santri kembali
Setoran Hafalan Jus Amma kepada Ustdzah Hj. Jauharotul Insiyah
Suasana antri dalam mengambil makanan yang mengajarkan ketertiban dan kesabaran
Khutbah gerhana oleh ustadz Samrotul Huda Al Hafidz
Di siang hari jam 12.00 dilakukan sholat dzuhur berjamaah dilanjutkan kajian
ilmu al-quran dan makan siang sampai jam 14.00 dilanjutkan istirahat siang
sampai jam 15.15 sholat berjamaah asar dan mandi. Jam 17.45 dilanjutkan sholat
magrib berjamaah dilanjut tadarus al-qur’an sampai sholat isya’, makan malam dan
setelah itu dilanjutkan kajian ilmu-ilmu islami oleh para ustadz ustadazh
madrasah sampai jam 21.00 malam dilanjutkan istirahat. Dan kegiatan itu
berulang-ulang setiap hari sampai hari terakhir. Dan pada acara terakhir
anak-anak juga diadakan pelepasan dan penyerahan kembali oleh orang tua dari
ketua yayasan dan kepala sekolah.
Alhamdulillah program ini sangat mengundang antusianisme masyarakat terlebih
anak-anak untuk mengikuti kegiatan ini. Dengan dibuktikannya banyak orang tua
yang mendaftarkan anak-anaknya untuk mengikuti program tersebut. dan semoga
program ini bisa berjalan ditahun tahun berikutnya dan menjadikan anak-anak ini
untuk siap ketika melanjutkan untuk pendidikan dipondok pesantren.